PERNIK - Kamis, 5 Juli 2001
Malam belum seberapa tua, mata anak sulungku belum juga bisa dipejamkan. Beberapa buku telah habis kubacakan hingga aku merasa semakin lelah. 'Kamu tidur donk Dila, Ibu capek nih baca buku terus, kamunya nggak tidur-tidur,' pintaku .
Ditatapnya dalam wajahku, lalu kedua tangannya yang lembut membelai pipiku. Dan, oh Subhanallah, kehangatan terasa merasuki tubuhku ketika tanpa berkata-kata diciumnya kedua pipiku. Tak lama, ia minta diantarkan pipis dan gosok gigi. Ia tertidur kemudian, sebelumnya diucapkannya salam dan maafnya untukku. 'Maafin kakak ya Bu. Selamat tidur,' ujarnya lembut.


